KESIMPULAN DAN REFLEKSI
KESIMPULAN DAN RFLEKSI
PENGETAHUAN DAN PENGALAMAN BARU
YANG DIPELAJARI DARI PEMIKIRAN KI HAJAR DEWANTORO
Apa yang Anda percaya tentang murid dan pembelajaran di kelas sebelum Anda mempelajari modul 1.1?
Apa yang berubah dari pemikiran atau perilaku Anda setelah mempelajari modul ini?
Apa yang dapat segera Anda terapkan lebih baik agar kelas Anda mencerminkan pemikiran KHD?
Saya menyadari bahwa Pendidikan harus berfokus pada Murid. Nilai-nilai yang ditanamkan oleh Ki Hajar Dewantoro adalah benar dan perlu diimplementasikan. Nilai-nilai ini mendorong dan sangat berguna untuk Guru sebagai Pendidik dan Murid. Semboyan Ing Ngarso sung Tulodo, memberikan makna sebagai pemimpin harus bias memberi contoh, apalagi Guru dalam Bahasa jawanya adalah “digugu-ditiru” sesorang yang yang setiap ucapannya akan ditiru dan setiap gerak langkahnya akan menjadi panutan atau contoh. Ing Madyo Mangun Karso, Jika sesorang berada di tengah-tengah masyarakat harus siap membangun dan menjadi penggerak. Tut wuri Handayani, jika dibelakang jadi pendorong. Namun seringkali kita abay terhadap tugas sebagai pendidik yang benar, sehingga output/hasil belajar yang dilaksankan menjadi tidak maksimal. Kita seringnya menyesali, kenapa miurid-murid tidak mendapatkan perubahan yang maksimal. Padahal kita sebagai Guru belum mengoptimalkan perannya sebagaimana nikai-nilai yang ditanamkan olej Ki Hajar Dewantoro.
Melihat kenyataan bahwa apa yang saya lakukan selam ini belum optimal bila merefleksi dari pemikiran Ki Hajar Dwantoro, untuk itu saya akan berazam pada diri sendiri, akan melakuakn perubahan dari diri sebagai guru, untuk dapat memberikan pemebelajaran dengan cara yang terbaik menginspirasi dari pemikiran atau gagasan Ki Hajar Dewantoro.
Yang dapat segera saya lakukan agar kelas saya dapat mencerminkan gagasan Ki Hajar Dewantara:
1. Meneladani semboyan Ing Ngarso Sung Tulodo, ing madya mangun karso dengan cara:
- Menjadi contoh yang terbaik dalam segala hal (di depan, di tengah ataupun dibelakang)
- Memberikan keteladanan dalam budipekerti, niali tertinggi dalam proses pembelajaran adalah budipekerti.
- Bersabar seperti seorang PETANI, yang teliti terhadap muridnya, dan sabar menghadapi kesulitan-kesulitannya,
2. Menuntun, berdasarkan Kodrat Alam dan Kodrat Zaman : Mengajar dengan Pola Berdiferensi, agar setiap anak didik bis belajar dengan gaya belajarnya. Menyiapkan pembelajaran sesua bakat dan minatnya, memberikan pembelajar dengan pendekatan teknologi
3. Membuat pembelajaran yang menyenangkan kepada Murid